HELLO WORLD

Hello World. I'm Paskal from Indonesia. I'm a Fans of

1. Guitar Audio Modification
2. Guitars (Music & Technology)
3. Wrist Watch (Panerai, Rolex & Seiko)
4. Astrophysics
5. Outer Space Technology &
6. World-Class University

If you have same interest with me, please comment on my Post & call me further at
paskal_djajasoekarta@yahoo.com

Monday, July 18, 2011

Tips Membeli Gitar Klasik: Untuk Pemula & Pelajar Bagian I


Gitar adalah teman bermusik anda yang hubungannya paling intim dengan anda. Gambar diatas adalah Pepe Romero, salah satu Gitaris Klasik ternama di Dunia. Courtesy of undergroundbee.com
Gitar Klasik merupakan instrumen yang bisa dibilang unik dibanding instrumen musik lainnya yang umum digunakan dalam dunia musik klasik. Gitar klasik ialah salah satu alat yang memiliki hubungan dengan pemain dalam taraf yang paling intim. Anda menekan papan ketuk (Fret Board) langsung dengan jari anda & anda juga memetik senar langsung dari kuku & kulit anda. Begitu intimnya, sehingga yang dihasilkan oleh  Gitar Klasik ialah hasil dari hubungan langsung fisik & jiwa anda dengan gitar yang anda mainkan mulai dari setiap notnya. Dari sini, langsung bisa dilihat bahwa Gitar Klasik juga merupakan salah satu instrumen yang paling murni dalam menghasilkan bunyi untuk konteks teknis permainan penggunanya karena tidak ada hal lain yang mempengaruhi suara gitar anda selain jari-jari anda sendiri. Bisa disimpulkan secara sederhana bahwa salah satu penunjang dalam menghasilkan musik yang bagus anda memerlukan gitar yang bagus pula dalam merespon setiap ketukan & petikan jari-jari anda, tentu dengan anggapan kita telah bermain dalam taraf yang memuaskan secara teknis. Sayangnya, ditengah banyaknya peminat serius Gitar Klasik di Indonesia, pelatihan yang baik & mapan kurang dibarengi dengan persedian instrumen yang memadai.

Salah satu contoh gitar untuk pelajar. Dapat dilihat bentuknya yang sederhana tetapi memiliki kualitas pengerjaan yang lebih baik di dalamnya. Courtesy of kurosawagakki.com


Seringkali sebagai pemain Gitar Klasik pemula, kita kesulitan dalam menggali pengalaman dengan Gitar yang bisa dibilang bagus. Di Indonesia yang pasar musiknya belum berkembang secara menyeluruh, banyak ditemukan berbagai kesulitan bagi para pecinta Gitar Klasik untuk dapat memahami Gitar dalam bentuk Seni yang sesungguhnya. Pangsa pasar di Indonesia yang masih didominasi oleh instrumen-instrumen musik elektrik untuk keperluan Band dsb, secara langsung membuat para pemasok instrumen musik banyak yang tidak melirik pasokan Gitar Klasik yang bagus ke dalam negeri. Terima kasih patut kita ucapkan kepada pembangunan sentralistik, pasokan yang cukup terbatas di Ibukota mengindikasikan pasokan di daerah pasti jauh lebih terbatas lagi. Dari pengalaman penulis berkunjung ke daerah-daerah di Sumatra & Jawa, selalu yang penulis temukan dalam komunitas Gitar Klasik ialah kurang memadainya instrumen yang mereka miliki untuk dijadikan salah satu jalan eksplorasi musik yang lebih jauh.


Maka dari itu, melalui tulisan ini penulis ingin berbagi pengalaman mengenai pembelian Gitar yang kalau tidak mau dibilang bagus, cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan para pengguna Gitar Klasik pemula sampai pelajar serius.

Yang pelu kita perhatikan ialah aspek-aspek teknis dalam Gitar Klasik itu sendiri. Penulis merangkumnya ke dalam 3 inti pokok, yaitu

1.   Kualitas Suara (Tone Quality)
Kualitas suara merupakan syarat utama dalam memilih Gitar Klasik (& Gitar jenis lainnya) yang cocok bagi kebutuhan anda. Untuk suatu kadar yang sederhana, kualitas suara dapat kita lihat dalam beberapa aspek yaitu

-          Karakter Suara
Karakter dari suara yang anda butuhkan ialah selera yang anda inginkan dalam menghasilkan musik apakah itu cenderung bernada rendah dengan dalam, melengking dll. Aspek ini merupakan aspek yang sangat-sangat subjektif sifatnya. Tidak bisa dipungkiri juga, dalam memahami karakter yang anda inginkan, diperlukan waktu bertahun-tahun. Memahami karakter suara yang kita inginkan memang sulit, malah seringkali ditemukan, selera pemain akan karakter suara yang dia inginkan berubah seiring dengan waktu & pengalaman yang dialaminya. Tetapi, saran penulis, selayaknya anda memilih gitar berdasarkan selera yang anda inginkan saat itu berdasarkan pengalaman dengan gitar-gitar yang telah anda rasakan. Patut diingat, pengalaman dalam mencoba beragam gitar merupakan sebuah syarat mutlak yang dibutuhkan untuk menambah pengetahuan anda dalam memahami suara gitar.

-          Proyeksi Suara
Proyeksi suara merupakan besaran yang anda jadikan patokan dalam menilai kemampuan gitar untuk memproyeksikan suara sesuai kebutuhan anda. Apabila anda cukup sering tampil dalam festival gitar yang ditonton oleh orang banyak, tentu anda membutuhkan gitar yang mampu memproyeksikan suaranya seluas mungkin. Tetapi, apabila anda masih seorang pelajar yang masih berkutat dengan latihan-latihan di kamar tidur anda & kalaupun tampil masih dalam seputar komunitas anda, penulis sarankan anda memilih gitar yang tidak perlu punya kemampuan lebih dalam hal proyeksi suara karena peningkatan kemapuan ini berujung pada harga gitar yang lebih mahal. Tetapi itu semua kembali kepada pembaca sekalian, ya kalau anda memiliki dana yang berlebih, tentu tidak ada salahnya mencoba gitar yang bagus dalam hal ini.

Suara gitar yang baik tentu juga harus dibarengi dengan kualitas permainan yang sempurna. Courtesy of guitarlifestyle.com
-          Ketahanan Suara/Sustain
Sustain merupakan besaran yang menilai seberapa lama/panjang sebuah nada yang anda petik pada gitar mampu bertahan dengan kualitas proyeksi yang anda inginkan. Beberapa jenis musik kadang memiliki kriteria spesifik tersendiri, ada musik yang lebih diinginkan untuk dimainkan dengan nada-nada yang pendek atau cenderung putus-putus & ada juga music yang membutuhkan kemampuan instrument dalam memainkan nada yang panjang. Kembali rumuskan keinginan anda dalam menentukan aspek ini.

-          Separasi
Separasi merupakan kemampuan instrumen dalam menonjolkan setiap nada yang anda mainkan secara bersamaan. Ada instrumen yang mampu memberikan penonjolan yang jelas dalam setiap nada saat anda memainkan Chord & ada juga instrument yang kurang mampu sehingga tercipta sebuah kesan Chord yang anda mainkan merupakan satu kesatuan yang mandiri. Sama seperti sustain, kemampuan separasi instrument yang anda mainkan dikembalikan kepada jenis musik yang anda mainkan & tentu selera beserta pengalaman anda.

-          Keseimbangan Nada/Tonal Balance
Keseimbangan Nada ialah kemampuan sebuah instrumen dalam menghasilkan nada-nada setiap frekuensi dengan kadar/proporsi proyeksi yang seimbang. Pertimbangan akan keseimbangan nada penulis taruh di akhir, dikarenakan aspek penilaian ini cenderung sulit dilakukan bila tidak dibarengi pengalaman yang matang. Khususnya bagi pemula dalam pencarian Gitar Klasik, tanpa harus diabaikan, hal ini dapatlah kita taruh sebagai aspek penilaian terakhir. Selain sulit untuk dirasakan (Pengalaman penulis pribadi, bisa saja anda sebaliknya bukan?), Tonal Balance kadang menjadi salah satu faktor penentu dalam pembuatan & penjualan gitar klasik. Penulis secara pribadi pernah membandingkan langsung Gitar Klasik seharga US$1500 buatan dalam negeri dengan gitar lainnya seharga US$6500 buatan Spanyol & yang penulis dapatkan adalah aspek Tonal Balance inilah yang membuat gitar buatan Spanyol ini mahal (Penulis pribadi tidak dapat merasakannya, kerabat penulis yang berpengalaman yang merasakannya). Penilaian akan sebuah keseimbangan memang Subjektif, akan tetapi bagi pembaca yang sekalian yang memiliki dana terbatas, penulis sarankan (kecuali selera anda menuntut dengan sangat) aspek Tonal Balance janganlah terlalu dikejar. Ya, karena dari yang penulis dapatkan, gitar-gitar dengan banderol selangit, kadang mendapatkan penilaian lebih dikarenakan kemampuannya yang lebih mumpuni dalam menghadirkan keseimbangan nadanya. Suatu hal yang memang menjadi kejaran bagi mereka yang berkuping mahal, Keseimbangan & Harmoni.

2.     Kualitas Pengerjaan
Kualitas pengerjaan sebuah gitar merupakan sebuah syarat utama lainnya dalam memilih sebuah gitar. Malahan, banyak fenomena yang terjadi (dari zaman dahulu kala) penilaian individu dalam membeli sebuah gitar dilihat dari aspek kualitas pengerjaannya dahulu. Ini tidak salah, akan tetapi bagi penulis, aspek ini merupakan aspek yang harus kita lihat kemudian terutama bagi pemerhati Gitar Klasik yang memiliki dana terbatas. Ada kalanya Gitar Klasik yang bagus, memiliki kualitas pengerjaan yang kurang rapi. Penulis menyarankan agar pembaca sebaiknya berhati-hati dalam menilai aspek ini walau bukan berarti kita mengabaikan sama sekali kualitas pengerjaan gitar yang akan kita pilih. Kualitas pengerjaan sebuah Gitar Klasik dapat dilihat dalam beberapa aspek, antara lain

-          Kemudahan Penggunaan/Good Playability
Sebuah gitar yang dibuat dengan baik tentu memiliki perhitungan rancang bangun yang baik pula. Perhitungan rancang bangun ini salah satunya memiliki dampak terhadap ergonomi Gitar yang kita lihat. Pembaca sebaiknya perhatikan gitar yang ingin anda miliki & cobalah mainkan, Apakah anda cocok dengan desain Papan Ketuk/Fretboard nya? Apakah bentuk gitarnya terasa nyaman dalam pangkuan anda? Apakah anda tidak merasa lelah? dll. Subjektivitas anda berperan dalam hal ini. Playablity sebuah Gitar merupakan aspek yang tergolong mudah untuk dinilai dikarenakan aspek ini berdampak langsung terhadap fisik pemain. Penulis sendiri tidak akan berkata-kata banyak dalam penentuan kualitas aspek ini, sebaliknya dalam memilih gitar yang cocok dalam aspek ini pembaca menentukannya sendiri

-          Konstruksi
Konstruksi merupakan aspek lainnya yang harus dinilai sebelum kita memilih sebuah gitar. Gitar yang bagus pada umumnya juga sudah mendapat rancangan konstruksi yang bagus. Aspek ini bisa dibilang tidak perlu dinilai terlalu jauh dikarenakan hampir seluruh Gitar Klasik memiliki struktur yang tipis. Yang patut kita perhatikan hanyalah ketahanan gitar tersebut untuk menghadapi kondisi lingkungan kita yang mungkin sangat lembab ataupun sangat kering. Jangan terlalu berharap akan sebuah Gitar Klasik yang memiliki konstruksi yang tebal, tahan gesekan ataupun tahan terhadap perlakuan fisik ekstrem lainnya dikarenakan secara teoretis, mayoritas pembuat gitar mencari kesempurnaan dengan cara mendesain gitar dengan struktur yang mudah bervibrasi & ini berimbas pada struktur yang tipis. Jika pembaca mencari informasi mengenai Greg Smallman, luthier kenamaan asal Australia, yang anda dapatkan ialah beliau membuat gitar dengan papan suara (Sound Board) dengan tebal hanya 0.5mm! Jadi, gitar mahal belum tentu berkonstruksi kokoh bagaikan baja, jadi cermati kembali definisi konstruksi gitar yang baik.

Kualitas pengerjaan yang teliti & punya sentuhan manusiawi biasanya akan menghasilkan karya yang memuaskan. Courtesy of guitar300.com

-          Kerapihan
Pembaca juga patut memperhatikan kerapihan dari Gitar yang diinginkan. Kerapihan pengerjaan sebuah gitar dapat dilihat dalam beberapa hal, seperti Peletakan Fret yang sempurna, Pengecatan/Finishing yang rata &kehalusan Leher/Neck Gitar. Hasil yang diinginkan dikembalikan kepada pembaca sekalian. 

Gitar yang baik akan memiliki kerapihan yang bisa dibanggakan sebagai karya Seni

-          Estetika
Estetika merupakan aspek lainnya dalam memperhitungkan sebuah gitar. Estetika sebuah gitar dapat dinilai dari Ornamen Papan Suara (Rosette), Binding & Inlays. Pembuat Gitar yang mapan & berpengalaman hampir seluruhnya memiliki ciri khas tersendiri dalam merancang poin-poin yang disebutkan tadi.Tidak lepas juga, penggunaan material-materia eksotik sepeti Kulit Kerang Abalone, kayu-kayu langka & batu mulia sering juga digunakan. Banyak produsen gitar menjual mahal sebuah gitar dikarenakan faktor-faktor pendukung estetika ini sehingga penilaian ini acap kali diabaikan oleh seorang Gitaris yang sangat menginginkan kesempurnaan suara karena sering ditemukan sebuah gitar yang bersuara sangat sesuai dengan keinginan Gitaris tetapi gitar tersebut dapat dibilang tidak indah untuk sekelas Instrumen bernilai seni tinggi (Ada sebuah gitar dengan harga jual US$30000 tetapi jika anda hanya melihat fisiknya anda tak akan bisa membedakannya dengan gitar seharga US$1500). Semua lagi-lagi dikembalikan kepada pembaca untuk memperhatikan hal ini maupun mengabaikannya sama sekali

Setiap pembuat gitar memiliki inspirasi sendiri dalam menghadirkan estetika gitar yang dibuatnya. Seperti contoh gambar diatas, Jose Romanillos di Inggris mendesain Rosette yang terinspirasi dari sebuah kubah Masjid di Spanyol. Courtesy of guitarplans.co.uk
Gitar yang berharga mahal sering dibarengi dengan keindahan pengerjaan yang unik. Courtesy of guitarsalon.com

3.     Harga
Inti terakhir yang penulis kemukakan ialah hal yang sering menjadi faktor paling utama bagi seseorang dalam memilih sebuah gitar yaitu Harga dari gitar tesebut. Kenapa penulis menaruh poin ini di akhir? Berdasarkan pengalaman penulis, Kualitas Suara & Kualitas Pengerjaan tetaplah harus menjadi kejaran utama dari setiap Gitaris Klasik dalam memilih gitar, Harga baru kita lihat kemudian. Terlalu naïf memang jika penulis mengambil kesimpulan secepat ini. Idealisme dalam pemilihan gitar yang sesuai selera memang mau tidak mau hanya menjadi dunia tanpa batas bagi mereka yang mempunyai dana tak terbatas. Penulis menginterpretasikan harga sebagai poin pertimbangan terakhir bukan karena penulis memiliki dana yang tak terbatas juga, akan tetapi harga ialah aspek penilaian kemudian setelah kita menemui kecocokan suara & pengerjaan  dalam memilih gitar.

Sebagai contoh, kerabat penulis ada yang sempat memesan Gitar Klasik terkenal buatan Perancis seharga €20.000 & proses pembuatannya dibutuhkan waktu 10 tahun. Kerabat tersebut belum pernah mencoba gitar tersebut secara langsung, beliau hanya mengetahui bahwa Gitar tersebut memiliki reputasi sangat sempurna diantara gitaris kelas dunia. Suatu ketika, datanglah seorang Gitaris terkenal dari Uruguay yang memakai gitar yang sama dengan yang beliau pesan tersebut ke Indonesia.Dikarenakan penasaran, kerabat penulis  berkesempatan mencoba Gitar tersebut. Sewaktu dicoba, menurut beliau kualitas suaranya memang bagus sekali, tetapi hanya memiliki perbedaan yang tipis sekali dengan Gitar lain buatan Spanyol yang belum begitu terkenal yang telah dicobanya seharga €5000. Akhir dari cerita tersebut bisa ditebak, kerabat penulis (Untungnya bisa!) menjual gitar yang sudah terlanjur dia pesan tersebut kepada kerabatnya.

Apa yang bisa kita petik dari sini? Penulis merangkumnya dalam suatu kalimat yang penulis sedikit modifikasi tanpa menyurutkan nuansa ambigunya, 
‘Segalanya memerlukan uang, tetapi uang bukan segalanya’

Ya, dalam memenuhi kebutuhan kita akan sebuah gitar yang cocok kita memerlukan uang tetapi uang belum tentu dapat memenuhi segala kebutuhan kita dalam mencari sebuah gitar yang ideal. Ketekunan, kesabaran & hati yang besar berperan besar dalam menjalani pencarian kita akan sebuah gitar. Kembali kepada permasalahan akan yang lebih penting, performa atau uang, penulis lebih memilih jalan tengah, mencari Price vs Performance yang cocok dari gitar yang akan kita pilih. Bagi pembaca yang memiliki dana terbatas penulis pikir ini merupakan jalan bijaksana satu-satunya yang dapat anda tempuh untuk memilih gitar. Bagi pembaca yang memiliki dana yang tak terbatas jalan ini merupakan salah satu jalan yang paling cocok bagi pembelajaran anda. Mengapa paling cocok? Bayangkan jika anda membeli gitar yang bagus tanpa mencermati dahulu performa aslinya seperti yang sudah diceritakan kerabat saya, anda akan mengalami banyak  kerugian,  

Rugi ilmu & pengalaman karena belum tentu gitar mahal cocok dengan selera anda, 
Rugi waktu karena gitar yang bagus umumnya dibuat oleh Luthier yang memakan waktu banyak dalam proses pembuatannya & tentu saja 
Kerugian di dalam deposito anda yang mungkin bisa digunakan untuk hal-hal lain yang lebih berguna.

Karena judul tulisan ini bertujuan untuk Beginner, maka perlu saya yakinkan kembali untuk mendapat kepuasan musikal dari sebuah gitar, selayaknya pertimbangan Performa tetaplah menjadi prioritas. Cermatilah setiap detil dalam gitar yang anda inginkan karena belum tentu gitar dengan dana yang sudah cocok dengan kantong anda bersuara sesuai keinginan anda. Seperti yang sudah penulis katakan diatas, ada kalanya dana produksi sebuah gitar bisa saja habis untuk pembuatan ornamen & penunjang estetika lainnya. Kecuali bagi anda yang memang ingin mengoleksi gitar, mungkin lain ceritanya. Tetapi bagi pembaca yang memang ingin mendapatkan peningkatan performa sebaiknya cermati lagi pilihan anda.
Kenali Gitar. Itulah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan anda dari kerugian, terutama deposito anda! Courtesy of trilogyguitars.com

Baiklah, untuk bagian awal, penulis sudahi sampai disini. Mungkin tulisan ini lebih ke arah teknis-teknis standar dalam gitar bagus yang perlu anda cermati. Pada tulisan berikutnya penulis akan menjelaskan mengenai teknis-teknis dalam hal MENCARI/MENDAPATKAN gitar yang sekiranya layak untuk pemuasan batin anda akan gitar yang bagus. Di Indonesia yang infrastrukturnya belum begitu memadai, penulis berpikir teknis dalam mencari/mendapatkan sebuah gitar memang layak mendapat tempat khusus karena seringkali kita sudah mengetahui syarat-syarat gitar yang bagus/sesuai seperti yang kita inginkan tetapi kita tidak tahu cara-cara mendapatkannya. Di Indonesia, MENDAPATKAN Gitar Klasik yang bagus ialah inti dari segala permasalahan maka dari itu penulis akan mencoba merangkum pengalaman penulis tentang kiat-kiat dalam mendapatkan gitar yang bagus di tangan kita, minimal mendapat jaringannya. Salam

Sunday, May 15, 2011

Resensi Buku: The Smiling General - President Soeharto of Indonesia

Setelah berselancar di Google selama beberapa waktu, akhirnya penulis mendapat buku ini juga, The Smiling General - President Soeharto of Indonesia. Buku ini ditulis oleh O.G.Roeder seorang penulis berkebangsaan Jerman. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Gunung Agung di Tokyo pada tahun 1969. Buku ini kemudian direvisi & dicetak kembali pada tahun 1970. Yang penulis dapatkan disini ialah cetakan kedua. Berikut gambarnya

  
Kondisi buku ini terbilang sangat baik mengingat buku ini sudah berumur 40 tahun. Kertas yang digunakan buku ini sangat baik, tebal & tidak mudah kusut. Menurut pendapat penulis, buku ini memang layak untuk dijadikan koleksi.
Oke, kembali ke laptop. Buku ini bercerita mengenai perjalanan hidup dari Soeharto, mulai dari masa kanak-kanak yang berpindah-pindah antara wilayah D.I.Yogyakarta & Surakarta, penumpasan G30S sampai masa dimana Soeharto dipercaya menjadi Presiden RI. Yang menarik dari buku ini ialah sumber beritanya ialah Soeharto sendiri sehingga penilaian yang dapat dilakukan terhadap buku ini bisa dibilang merupakan penilaian pembaca terhadap Soeharto sendiri. Layaknya biografi seorang prajurit, buku inipun lebih banyak membahas perjalan Soeharto dalam masa tugasnya sebagai seorang Tentara dibanding kehidupannya dibidang Sipil. Hal ini cukup wajar, mengingat saat buku ini ditulis Soeharto terhitung baru dua tahun dilantik secara resmi menjadi Presiden. 

Siapa Soeharto? Ia merupakan putra dari pasangan Kartoredjo, seorang Ulu-ulu di dusun Kemusu, Argamulja, Jogjakarta dengan Fathimah, seorang warga desa biasa. Soeharto lahir pada tanggal 8 Juni 1921 dengan bantuan seorang Dukun yang tidak lain ialah Neneknya sendiri, Ibunda dari sang Ayah. Tidak seperti Putra Sang Fajar, Soekarno,  yang sewaktu kelahirannya ada tanda-tanda Agung di langit, kelahiran Soeharto tidak mempunyai tanda-tanda istimewa di sekitarnya. Kelahirannya tak ada bedanya dengan kelahiran anak-anak dusun lainnya, sederhana , apa adanya, ditengah kondisi ekonomi orangtua yang menjepit tetapi ada senyum kebahagiaan. Kelahiran Soeharto tidak memberikan harapan yang banyak di diri orangtuanya. Orangtuanya hanya mengharapkan agar kelak ia dapat membantu pekerjaan sang Ayah di sawah dengan baik & Insya Allah dapat meneruskan pekerjaan sang Ayah menjadi Ulu-ulu di sawah. Tidak ada satupun pikiran terbesit untuk mengharapkan anak ini kelak akan menjadi seorang pemuda yang mapan apalagi menjadi Presiden Bangsa Indonesia, sang Javanese King seperti yang diutarakan Greg Sheridan, wartawan berkebangsaan Australia. Mungkin Tuhan memang Maha Adil, sehingga Bocah yang oleh orangtuanya sendiri tidak diharapkan menjadi apa-apa dapat menjadi seorang Raja di Zamrud Khatulistiwa, pemimpin jutaan elemen Bangsa Indonesia.
Soeharto dalam pakaian adat Jawa.

Pada bagian pertama (yang juga merupakan bagian paling detail dari keseluruhan buku), diceritakan hal-hal menyangkut peristiwa Gerakan 30 September. Entah kenapa hal ini yang menjadi 'Jualan Utama' tetapi yang pasti buku ini sangat mempertontonkan gelora kepahlawanan yang dipancarkan Soeharto lewat penuturannya mengenai peristiwa naas tersebut. Sebagai prajurit yang bertanggung jawab atas komando Angkatan Darat saat Panglima AD (Ketika itu dijabat A.Yani) tidak bisa dimintai komando, Soeharto menceritakan kembali seluk-beluk penumpasan gerakan tersebut. Walaupun diketahui dari sumber lain bahwa tindak komando yang dilakukan Soeharto pada saat itu Inkonstitusional alias hanya berdasar pada kebiasaan yang lazim dilakukan A.Yani ketika berhalangan, tindakan yang dilakukan Soeharto pada waktu itu menggambarkan kecerdasannya dalam mengatur strategi menumpas lawan-lawannya. Mulai dari perebutan kantor RRI Pusat yang dijadikan pusat penyebaran informasi oleh kelompok G30S sampai kepada pengamanan Presiden Soekarno yang diketahui berada di Bandara Halim Perdanakusumah yang dicurigai sebagai sarang dari kelompok G30S. 

Bagian kedua menceritakan kehidupan Soeharto dimulai semenjak Ia lahir sampai ketika memimpin pasukan di Yogyakarta bersama Jenderal Soedirman. Tidak luput diceritakan ialah kisah pernkawinannya dengan Siti Hartinah atau yang kelak lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien. Seperti kisah semasa kecilnya, kisah-kisah perjuangan Soeharto pada masa-masa mudanya dipenuhi dengan atmosfer sederhana. Bagian ketiga menceritakan Soeharto pada masa menjadi Presiden RI. Belum banyak informasi yang dapat diutarakan dalam buku ini, tetapi program-program kerja pada masa awal pemerintahannya disampaikan dengan baik seperti peningkatan produksi beras & standar kesehatan rakyat Daging, Susu & Telor. Yang tidak lupa dicantumkan dalam buku ini tentunya foto-foto Soeharto mulai dari awal karirnya sebagai Tentara sampai menjadi Presiden RI yang banyak menampilkan beliau sedang berinteraksi dengan warga contohnya menanam padi & bercengkrama ke desa-desa, foto yang sarat propaganda dalam sudut pandang penulis.

Soeharto beserta Keluarga. Berturut-turut Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo,Soeharto, Hutomo Mandala Putra, Siti Hartinah, Siti Hutami Endang Adiningsih, Siti Hediati Hariyadi & Siti Hardijanti Hastuti
Semua hal diceritakan teratur, layaknya gaya kepemimpinan Soeharto  ‘Tertib, Aman & Terkendali’. Penulis kurang mengetahui apakah dalam sebuah Otobiografi semua hal yang dimuat harus hal yang positif, sebab menurut pandangan penulis tidak ada satu pernyataan pun yang secara gamblang mengatakan keburukan Soeharto.  Contohnya seputar pembunuhan massal terhadap segenap pejabat maupun simpatisan PKI yang sekurang-kurangnya berjumlah 500.000 jiwa di Pulau Jawa saja. Soeharto mau tidak mau menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa ini mengingat semua hal mengenai penumpasan PKI yang tertuang dalam Surat Perintah MBAD kala itu merupakan cetusan dari Soeharto sendiri. 

Soeharto di ruang kerjanya

Tanpa ingin berpikir subjektif, penulis kira buku ini kurang ‘berani’ dalam menyampaikan kebenaran yang sebenar-benarnya. Posisi Soekarno cukup ‘terjepit’ dalam buku ini sehingga pembaca dapat menemukan bahwa secara tidak langsung buku ini menganggap Soekarno sebagai salah satu dalang G30S. Yang tidak luput diserang tentunya ialah AURI sendiri dengan Laksamana Madya Omar Dhani juga dianggap sebagai pembantu G30S dalam melancarkan aksinya. Tanpa bermaksud membela Soekarno maupun Omar Dhani, menurut penulis , buku ini terlalu terburu-buru dalam menyampaikan kesimpulan kalau tidak mau dibilang kesimpulan yang diambil cenderung dari satu sisi. Sampai sekarang pun kebenaran mengenai keterlibatan Soekarno, Omar Dhani dan tokoh lainnya masih diperdebatkan tetapi buku ini 40 tahun yang lalu dapat mengambil kesimpulan dengan yakinnya. Penulis kurang tahu darimana O.G.Roeder mendapat ‘ilham’ untuk menyimpulkannya , sehingga di satu sisi penulis kadang menganggap buku ini akhirnya menjadi Political Tools Soeharto dkk untuk mengambil simpati masyarakat.

Terlepas dari peniliaian-penilaian diatas, menurut penulis sendiri buku ini layak dijadikan kenangan & yang lebih bagus lagi dapat dijadikan sumber pembelajaran karena ada kalanya perjuangan memerlukan darah & pengorbanan demi kebaikan bersama. Salam

Sunday, April 24, 2011

Fortuna Shoes - Jalan Sriwijaya Bandung. Produk Anak Bangsa yang Mendunia

Sekelumit cerita mengenai kesuksesan anak bangsa yang sukses dalam berkarya dalam dunia Internasional memiliki tempat tersendiri di hati para rakyat Indonesia. Entah karena memang sedikit atau 'dibuat sedikit', sekumpulan cerita-cerita itu mempunyai kesan yang luar biasa. Salah satu produk yang akan penulis ceritakan ini merupakan salah satu produk Nasional yang sangat laris di Eropa & Jepang. Produk itu bernama 'Fortuna Shoes' atau yang akrab ditelinga masyarakat Jepang sebagai 'Jalan Sriwijaya'

Penulis pertama kali melihat informasi mengenai produk ini dari sebuah forum fashion lokal. Kemudian dilanjutkan dengan mengecek keberadaan asli produk tersebut di situs perdagangan ternama di Jepang yaitu Rakuten, semacam wholeseller Amazon tetapi buatan orang Jepang. Fantastis, kata itulah yang pertama terbesit di benak penulis. Harga yang ditawarkan sungguh tidak disangka untuk produk ciptaan dalam negeri, yaitu bernilai rata-rata 300.000 Yen atau sekitar 3 juta dalam rupiah. Penulis belum pernah sekalipun melihat adanya produk ciptaan Indonesia yang dibanderol dengan harga sekian, untuk sekelas produk fashion modern ciptaan lokal. Dengan basis pasar Jepang, tentu produk Fortuna mengukuhkan kelasnya yaitu produk kerajian dengan tingkat pengerjaan yang sangat tinggi. Berikut cuplikan dari situs-situs di Jepang

Courtesy of rakuten.co.jp
Courtesy of rakuten.co.jp
Melihat gambar yang terakhir, disitulah penulis melihat sebuah kebanggaan sebagai sesama bangsa yang memilki produk yang diakui sebagai produk yang benar-benar unggul. Tulisan 
Fortuna Shoes
Jalan Sriwijaya
Bandung
benar-benar membuat penulis kaget bukan main. Bandung sebagai salah satu sentra mode yang cukup diakui ternyata sudah mampu menelurkan produk yang sangat-sangat bersaing. Untuk lebih meyakinkan diri, penulis memberanikan diri untuk berkunjung ke Showroom milik Fortuna Shoe di bilangan Soekarno-Hatta, Bandung. Penulis sebelumnya menelepon pihak Fortuna untuk memastikan lokasi & jadwal kedatangan. Tidak perlu protokoler apa-apa, setiap penelepon dipersilahkan berkunjung di waktu yang ditentukan.

Penulis datang pada hari Sabtu, 23 April 2011 ke showroom sekaligus gudang penyimpanan milik Fortuna yang terbilang cukup jauh dari pabrik pembuatannya di Jalan Sriwijaya yang berjarak sekitar 2 Km dari showroom. Penulis tidak mendapati adanya kesibukan yang berarti di gudang ini, hanya ada satpam & petugas yang sedang mengecat pagar diluar. Tampaknya gudang ini tidak beroperasi penuh di hari Sabtu. Kemudian penulis masuk ke gudang ditemani oleh guide yang sudah membuat janji pertemuan dengan penulis sebelumnya. Lokasi showroom tidak jauh dari pintu masuk , tepat di sebelah kiri penulis setelah berjalan masuk dari pintu utama.

Showroom ini sangat luas, berukuran hampir dua kali dari showroom sepatu yang biasa ditemui di pusat perbelanjaan besar. Yang membedakan showroom Fortuna dengan showroom biasa, tentu bisa dilihat dari koleksi sepatu yang dipajangnnya. Dari pengamatan penulis, pihak Fortuna cukup 'hemat' dalam menunjukkan produknya. Dari sederet lemari yang memanjang dari sudut ruang, hanya ada sekitar 3 sepatu per satu tingkat lemari pajang. Sangat sedikit dibanding showroom sepatu pada umumnya yang memajang sepatu koleksinya secara berdempet, bisa sampai 5-6 sepatu per tingkat lemari pajang. Penulis sempat menanyakan hal ini kepada guide. Ternyata Fortuna memasok kebutuhan internal showroom nya sendiri dengan kuantitas yang sangat terbatas. Hanya sekitar 1-5 sepatu per model. Sepatu-sepatu ini ternyata hasil dari over-produced quantity dari order-order yang didapat Fortuna dari customer di luar negeri. Fortuna memang konsisten akan jalur produksinya, mereka tidak memiliki cabang di dalam negeri & secara ekslusif berbasis di pasar Jepang & Eropa. Sepatu-sepatu 'sisa' dari luar negeri inilah kemudian yang dijual di dalam negeri melalui showroom mereka satu-satunya di gudang mereka (penulis pernah mendengar bahwa Fortuna dapat dibeli di gerai sepatu di bilangan Dago, Bandung tapi penulis belum mengkonfirmasinya)


Di saat hendak mencoba salah satu model yang penulis sukai, penulis cukup bersedih. Model-model yang ditampilkan hanya mempunyai ukuran yang sangat terbatas. Sekitar 1-2 ukuran untuk setiap model. Sesuai dengan fisik orang Jepang pada umumnya, ukuran telapak kaki orang Jepang terbilang kecil. Maka, tak pelak, Fortuna pun memproduksi sepatu dengan ukuran yang kecil. Nah, ukuran-ukuran yang tidak sesuai dengan order dari customer itulah yang akhirnya dipasok ke showroom. Saat penulis mencoba mencocokkan sepatu (yang kebetulan sama dengan gambar 1), tidak didapatkan ukuran yang sesuai. Pada akhirnya didapat sebuah sepatu, tapi itupun merupakan sisa stok yang terakhir. Sayang sekali, karena ukurannya tidak benar-benar pas, penulis tidak dapat menilai kenyamanan dari sepatu ini. Tapi secara kualitas pengerjaan, Fortuna layak diacungi jempol karena telah menerapkan sistem Goodyear Welt yang terkenal nyaman & mudah untuk diperbaiki. Hampir bisa dibilang bahwa Goodyear Welted Shoe dapat hidup abadi, karena jika sol sepatu nya rusak (bagian yang kerusakannya pada sepatu biasa sama dengan rusaknya sepatu keseluruhan) sol tersebut dapat diperbaiki/diganti dengan material & kekuatan yang sama dengan sepatu yang baru. Inilah keistimewaan sepatu Fortuna diantara sepatu-sepatu lainnya yang dibuat di Tanah Air. Penulis baru mendengar dua produsen sepatu dalam negeri yang menerapkan sistem ini yaitu Fortuna sendiri & satu lagi produsen sepatu di Jakarta. Wajar jika sepatu Fortuna dapat laris manis di pasar luar negeri karena kualitas yang ditawarkan sangat wajar dengan harganya. Karena, pada umumnya sepatu berteknologi goodyear welted sebagai contoh untuk yang buatan Amerika Serikat harganya paling murah sekitar US$220-250 & itupun dengan kualitas material yang masih tergolong biasa.

Courtesy of tagrock.up.seesa.net
Memang, Fortuna layak diberi titel 'Stranger in their own land', si asing di rumahnya sendiri. Penulis sebagai penduduk yang berada di satu kota saja baru pertama kali itulah mengetahui seluk beluk sepatu yang patut dibanggakan warga Bandung & Indonesia itu. Tapi terlepas dari stok dalam negerinya yang terbatas, Fortuna layaklah dijadikan komoditas unggul yang kiranya dapat membawa harum nama Kota Bandung diantara banyaknya tragedi yang menimpa kota ini. Setitik susu dari segalon nila

Salam
 

Thursday, November 11, 2010

Desain Sayap Pesawat Modern


Dalam proses belajar di program studi Aeronotika & Astronotika ITB, terdapat mata kuliah tingkat 3 bernama Analisis & Perancangan Struktur Ringan (APS). Sejujurnya selama mengikuti kuliah sampai tingkat 2 di AE ITB, saya pribadi kurang merasakan kentalnya rasa penerbangan dalam kuliah-kuliah saya. Akan tetapi setelah mengikuti kuliah tingkat 3, barulah saya merasakan dunia kedirgantaraan yang sesungguhnya.

Jadi, dalam mata kuliah APS tersebut, kami diminta oleh dosen untuk menganalisis desain struktur pesawat, mulai dari analisis besarnya beban yang diterima, penentuan struktur & perhitungan beban pada struktur yang dipilih. Sesungguhnya inilah saat-saat yang menarik dalam meneliti seluk beluk pesawat. Seluruh mahasiswa yang mengikuti kuliah ini dibagi dalam kelompok untuk kemudian anggota di kelompok tersebut menganalisis struktur pada bagian tertentu pada pesawat. Saya mendapat bagian Sayap.

 Saya mempelajari bahwa pada sayap pesawat terbang komersial yang modern terdapat beberapa komponen penyusun yang saling berkaitan untuk mendapatkan
1. Kekuatan secara struktural (Aman)
2. Mampu menghasilkan gaya-gaya aerodinamik yang sesuai keinginan (Berbentuk Sempurna)
3. Mampu mengakomodasi peralatan penunjang pesawat seperti Tangki bahan bakar, Sistem Hidrolik, perkabelan dll (Fleksibel)

Struktur Sayap beserta kompenen pendukungnya

Bisa dilihat cukup banyak aspek yang mesti diperhitungkan, belum lagi jika dilihat dari sub-aspek diatas seperti rasio berat-kekuatan sayap, material dll. Dalam desain ini, tidak bisa dilupakan pula aspek teknis yang menunjang barang yang akan diproduksi antara lain metoda manufaktur.  Oke, setelah mengetahui beberapa aspek desain diatas, mari kita mengulik komponen apa saja yang dibutuhkan sebuah pesawat pada bagian sayapnya

1. Spar
-          Definisi
Spar adalah struktur utama penahan beban pada sayap pesawat. Spar berperan sebagai penerima beban utama dalam gaya-gaya yang diterima keseluruhan sayap yang ditransfer melalui bagian-bagian sayap lain seperti stringer, ribs & skin.

-     Pembebanan
  • Upward bending (Pengaruh dari Gaya Angkat pesawat saat di udara). Gaya ini biasanya dikurangi dengan adanya berat dari Fuel.
  • Downward bending (Pengaruh dari Berat Sayap Sendiri)
  • Drag loads (Pengaruh Kecepatan & Inertia)
  • Rolling inertia loads.
  • Chordwise twisting loads due to aerodynamic (Pengaruh dari Aerodinamika Kecepatan Tinggi)




Penempatan spar pada pesawat umumnya


Salah satu jenis Spar, tipe Non-integral Web Spar

2. Ribs
Ribs pada pesawat umumnya. Memiliki lubang pada bagian tengahnya untuk mengurangi bebannya sendiri.


3. Stringer
-          Definisi :
Stringer adalah lempengan tipis kayu, metal, atau serat karbon yang digunakan untuk menambah kekakuan dari skin sayap pesawat. Stringer yang digunakan memiliki beragam tipe yang dikategorikan berdasarkan bentuknya

-          Jenis Stringer:
Stringer memiliki bermacam-macam tipe, di antaranya adalah J-Type, Z-Type, I-Type, Y-Type, dan Hat-Type. Jenis stringer yang dipakai pada sayap pesawat terbang bergantung pada jenis beban yang dialami olehsayap tersebut.

-          Penempatan Stringer:
Stringer ditempatkan di permukaan dalam skin, baik skin sayap maupun fuselage. Namun, pada fuselage, stringer yang digunakan biasanya lebih berukuran tebal dan memiliki ukuran cross-section yang lebih besar, dinamakan longerons. Pada sayap, jumlah stringer yang digunakan biasanya relatif banyak, seperti boeing 787 yang menggunakan 18 buah stringer di tiap sisi permukaan center wing box (36 buah total) yang dihubungkan ke wingbox stringer yang berjumlah 17 buah dengan jarak tertentu antar tiap stringer.


4. Skin
-          Definisi:
Skin pada sayap terletak pada bagian terluarnya. Fungsinya adalah untuk melapisi sekaligus melindungi struktur dalam sayap. Selain itu dengan adanya skin, udara sekitar dapat melalui sayap dengan baik untuk menghasilkan
gaya angkat.

-          Pembebanan
Semua beban yang dialami oleh sayap pesawat dialami oleh skin terlebih dahulu. Termasuk di antaranya adalah berat struktur dalam sayap pesawat dan gaya-gaya aerodinamika. Skin juga menyalurkan seluruh momen bending yang diterima sepanjang spanwise menuju wing root dari sayap pesawat. Akibat pengaruh bending momen ini, upper skin sayap mengalami beban kompresi, sedangkan lower skin sayap mengalami beban tarik. Untuk itu, diperlukan perlakuan khusus terhadap masing-masing bagian skin dalam menangani beban-beban yang terjadi tersebut.

-          Material
Material yang digunakan pada skin umumnya adalah alumunium. Alasannya adalah karena alumunium memiliki strength per weight ratio yang baik, sehingga baik digunakan pada pesawat yang memerlukan struktur yang kuat namun tetap ringan. Selain itu,  alumunium juga memiliki ketahanan korosi yang tinggi, sehingga dapat melindungi sayap terhadap ancaman korosif yang dapat diakibatkan oleh cuaca buruk maupun reaksi kimia.
Pada beberapa pesawat yang beroperasi di kecepatan tinggi seperti supersonic/hipersonic aircraft, di samping alumunium, titanium juga digunakan sebagai bahan material. Pada pesawat berkecepatan tinggi, friksi yang dihasilkan lebih besar dari pesawat biasa, hal ini mengakibatkan panas yang dihasilkan semakin tinggi juga. Karena itu, digunakan titanium yang memiliki ketahanan panas lebih tinggi untuk menghindari adanya deformasi akibat creeping.
Bentuk jadi dari sebuah sayap pesawat.